Rizal Efendi Puji Kegiatan Sekolah Peduli Inflasi

Walikota Balikpapan, Rizal Efendi menyambut baik kegiatan Sekolah Peduli Inflasi (SPI) yang digagas oleh Bank Indonesia Balikpapan, untuk memberikan pemahaman apa itu inflasi dan bagaimana pengendaliannya kepada sejumlah siswa sekolah di Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kegiatan pertemuan ini dilaksanakan di Hotel Novotel Balikpapan dan diikuti ratusan siswa yang tergabung dalam Sekolah Peduli Inflasi (SPI)  dengan dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Erwin Rijanto,  Jumat (14/7/17).

Rizal Efendi menceritakan betapa masyarakat Kaltim ini kerap terlena dengan kekayaan alam yang dimiliki. Dirinya mencontohkan, tahun 1970-an masyarakat terlena karena mudahnya illegal loging dan kayunya dijual dengan mahal. Saat itu bermunculan OKB atau orang kaya baru, yang dengan mudahnya mendapatkan uang dari hasil menebang pohon-pohon besar.

Kemudian tahun 1990-an, ujar Rizal, adalah  eranya tambang baru bara. Masyarakat juga terlena karena dimanjakan dengan harga batu bara yang lagi booming. Namun, ketika harga jatuh, semua mendadak jadi miskin.

“Saya malah minta sama Menteri ESDM  untuk menghapuskan peta potensi batu bara di peta Balikpapan agar kita tidak tergoda (untuk menggalinya). Batu bara ini ternyata kan sekarang menjadi persoalan besar kabupaten/kota seperti Kutai Kartanegara dan Samarinda yang meninggalkan lubang-lubang besar,” ujarnya.

Rizal juga menceritakan betapa saat menjelang dan selama bulan puasa harga sayur kangkung dapat mencapai Rp.15.000. Padahal seharusnya di bulan puasa, harusnya pengeluaran menurun karena tidak sarapan dan makan siang. Namun, kenayataannya berbeda, bulan puasa justru pengeluaran keluarga meningkat.

Rizal mengajak siswa-siswa sekolah untuk belajar berhemat, dan mengubah pola pikir untuk dapat memahami apa itu inflasi dan akibatnya. Dengan kegiatan SPI ini, Rizal berharap terjadi perubahan sikap dan pola pikir siswa, untuk lebih peduli terhadap inflasi dan diterapkan di keluarga.

Kegiatan SPi yang digagas oleh Bank Indonesia ini menjadi satu terobosan Bank Indonesia untuk memutus rantai inflasi terutama melalui komoditas cabai dan akan menyusul bawang merah yang dapat ditanam di halaman-halaman sekolah dengan pot plastik (polybag).

Saya tidak bangga dengan julukan Balikpapan kota mahal. Berkali-kali bapak presiden (Joko Widodo) datang ke Balikpapan dan beliau memuji makanan di Balikpapan enak-enak  walaupun harganya mahal,” ucap Rizal.(vb/yul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: